Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Lagi Sebel/ Benci Sama Pasangan/ Pacar?

Dalam membina hubungan dengan pasangan tentu mengalami pasang surut, tidak selalu mulus dan baik-baik saja. Suka duka tentu hal yang biasa, karena memang hidup tak selalu seperti yang diinginkan. Menyatukan dua hati dan dua kepala tentu tidak mudah, butuh pemahaman dan saling pengertian agar hubungan bisa berjalan dengan baik dan tidak terjadi perpecahan.

Namun, bagaimanapun juga manusia hanyalah mahluk yang tidak sempurna, kadang tidak selalu mampu menahan emosi manakala sedang dilanda pertengkaran atau permasalahan lainnya dengan pasangan. Rasa sebel, benci, dan efek lain yang timbul akibat emosi yang meluap tentu saja bisa muncul dan mengganggu hubungan. Kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan?.

Saya sendiri terkadang juga merasakan hal demikian, namun berusaha meredam dan mencoba berbaik sangka dan mengambil hikmah dari semua permasalahan. Meski berat, bagaimanapun juga harus bisa bertahan dengan hubungan dan komitmen yang sudah dibangun.

Rasa benci atau sebel itu hal biasa, dan saya anggap wajar, selama itu hanya sementara dan bisa membuat lega hati. Kalau dari awal sudah terbangun komitmen, sebisa mungkin harus bisa meredam perasaan, benci boleh, sebel tidak apa-apa, selama itu tidak memberi dampak buruk. Kalau misalnya bisa meredam rasa benci atau sebel, itu akan lebih baik. Cinta terkadang butuh bumbu penyedap, tapi jangan sampai larut dalam ego dan perasaan yang dapat menghancurkan hubungan, bagaimanapun juga mempertahankan hubungan lebih penting daripada hanya menuruti ego masing-masing.

Manusia pasti mempunyai sifat yang berbeda, tapi bukan berarti harus mempermasalahkan perbedaan, bukan?. Karena perbedaan akan lebih indah seandainya dapat disatukan dalam rasa saling percaya dan saling menghargai perbedaan.

Poskan Komentar