SMS Promosi Dari Sebuah Restoran ~ Iklan Lewat SMS

Sudah bukan barang baru lagi ketika orang menggunakan hand phone (HP) sebagai alat komunikasi, hampir setiap hari mereka yang punya HP menggunakan ponsel mereka untuk SMS maupun telfon. Selain untuk komunukasi, dalam perkembangannya HP dimanfaatkan pula sebagai alat untuk memasarkan produk atau untuk promosi.
 Sebagai sebuah contoh, beberapa waktu yang lalu saya pernah dapat sebuah SMS dari nomor yang tidak saya kenal, bunyi SMS tersebut demikian:
Gratis jamur asam manis senilai 22.500 untuk pembelian gurame acar seharga 52.500. Tunjukkan SMS ini di restoran xxxxx Purwokerto s.d 31/1/11. Info xxxxxx. Bersih Budaya Kami.
Mohon maaf, nama restoran dan nomor telfon sengaja saya rahasiakan. Lumayan memang, hanya dengan menunjukkan sebuah SMS bisa ditukarkan dengan bonus seharga 22.500 jika membeli jenis makanan tertentu. Tapi yang saya bingung, kenapa harus di restoran tertentu yang jaraknya jauh dari tempat saya?, Kenapa tidak disemua cabang restoran tersebut di seluruh Indonesia?.

Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin nggak penting untuk dijawab. Memang aneh promosi model sekarang, apakah mungkin dianggapnya semua yang dikirimi SMS promosi tersebut punya uang atau domisilinya dekat dengan restoran tersebut...he.he.. Tapi nggak apa lah, wong saya juga nggak mengeluarkan biaya untuk menerima SMS tersebut. Semoga saja restoran tersebut laris, dan orang-orang yang dapat SMS seperti saya bisa meluangkan waktu untuk sekedar menikmati promosi yang cukup menarik ini.

Selain SMS seperti diatas, masih banyak lagi SMS yang pernah saya terima. Inti dari SMS yang masuk ke HP saya hampir sama, iklan atau pemberitahuan event tertentu. Entah darimana mereka dapatkan nomor HP saya, tapi menurut saya hal tersebut cukup mengganggu, mengingat tidak semua orang butuh informasi yang dikirimkan. Bukan itu saja, SMS sekarang juga banyak yang ingin melakukan penipuan, seperti minta pulsa, undian hadiah, dan lain sebagainya. Kita harus hati-hati terhadap setiap SMS yang masuk agar tidak mengalami kerugian akibat penipuan.

Poskan Komentar