Olah Raga Pilihan: Bulu Tangkis atau Sepak Bola

Sudah beberapa hari ini lingkungan sekitar kontrakan saya tak lagi ramai, padahal, sebelumnya lapangan bulu tangkis yang tak jauh dari rumah tempat saya mengontrak hampir selalu riuh dengan permainan bulu tangkis. Memang lapangan bulu tangkis tersebut terhitung belum lama, masih dalam hitungan bulan. Awalnya dulu, orang-orang bermain badminton bisa sampai jam 2 dini hari, bahkan bisa melebihi jam tersebut.
Seiring waktu berjalan, jam bermain pun mulai berkurang, kadang hanya sampai jam 12 malam saja. Kini, sepertinya benar-benar sudah berhenti, entah apa penyebabnya. Saat saya tanya kepada orang sekitar, dia pun juga tak tahu pasti sebabnya. Saya sendiri belum pernah bermain badminton di sana, meski diajak, saya merasa kurang berminat.

Permainan bulu tangkis menurut saya adalah olah raga musiman bagi orang awam, kecuali bagi mereka yang memang hobi dan punya jadwal rutin. Kalau di kampung-kampung, biasanya setiap ada euforia pertandingan bulu tangkis (misal: Piala Thomas atau Piala Uber), seringnya orang-orang banyak yang memainkan olah raga bulu tangkis.

Lain halnya dengan olah raga sepak bola yang sepertinya sudah "mendarah-daging" dan tak kenal musim, bulu tangkis di tingkat kampung seolah menyesuaikan dengan musim, dan pasang surutnya selalu ada. Seperti saat ini misalnya, lapangan bulu tangkis yang beberapa bulan semenjak di gunakan hingga saat ini yang sudah sepi, menggambarkan betapa bulu tangkis tak sefavorit olah raga sepak bola.

Secara gambaran kasar, untuk dapat bermain bulu tangkis memang membutuhkan modal yang lebih besar, selain raket, di buthkan pula shuttlecock yang mungkin saja harganya cukup lumayan. Kalau bermain sepak bola, paling-paling hanya butuh bola dan sedikit tanah lapang, ini pun sudah cukup untuk bermain sepak bola. Hmmm... entahlah, semua kembali pada hobi masing-masing orang, bulu tangkis boleh, sepak bola boleh, kedua-duanya juga lebih bagus untuk menyalurkan hobi dan berolah raga.

Poskan Komentar