Manfaat Nasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kegemukan

Setiap orang membutuhkan sumber tenaga setiap harinya, karena untuk menunjang ativitas diperlukan asupan yang bisa mendorong tubuh menjadi lebih segar. Salah satu upaya dan juga yang menjadi rutinitas adalah dengan mengonsumsi nasi. Ya, bagi orang Indonesia nasi adalah sumber makanan pokok, mulai dari sarapan, makan siang sampai makan malam, sajian utamanya adalah nasi.

Selain sebagai sumber energi bagi tubuh, ada banyak manfaat nasi yang lainnya, diataranya adalah: mendukung tumbuh kembang, mencegah kanker, meningkatkan mood, mengobati disentri, baik untuk tulang dan gigi, serta masih banyak manfaat lainnya. Yang tidak kalah penting, konsumsi nasi bisa membantu menjaga kondisi berat badan jadi lebih stabil.
Manfaat Nasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kegemukan
Nasi. Photoright: pasrasaa / www.pixabay.com
Dibalik dari manfaat nasi yang begitu banyak, tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa nasi bisa menyebabkan gemuk. Ya, bisa dimaklumi, barangkali asumsi yang dipergunakan adalah kandungan karbohidrat dalam nasi yang bisa perpengaruh terhadap kegemukan. Tapi, apakah pendapat ini benar? Dalam sebuah artikel yang saya baca, seorang nutrisionis yang bernama Jansen Ongko, MSc, RD, menyampaikan kalau pendapat tersebut tidaklah benar. Tidak selalu mengurangi konsumsi karbohidrat, termasuk nasi, bisa menurunkan berat badan.

Secara fakta, karbohidrat adalah zat tenaga yang dibutuhkan tubuh untuk menujang aktivitas sehari-hari. Dampak yang bisa timbul karena mengurangi konsumsi karbohidrat adalah berkurangnya tenaga sehingga badan bisa menjadi lemas. Timbulnya obesitas tidak semata dipengaruhi oleh konsumsi nasi, tapi kelebihan asupan kalori harian atau konsumsi kalori yang melebihi kalori yang dipergunakan, baik itu dari karbohidrat, protein, lemak maupun kombinasi seluruh makronutrisi tersebut. Bukankah kegemukan tidak terjadi dalam waktu yang singkat? Akan tetapi timbulnya obesitas disebabkan oleh akumulasi kelebihan kalori dalam periode tertentu.

Masih menurut Jansen Ongko, mengurangi nasi hanya dianjurkan bila sedang berada dalam kondisi tertentu, misalkan saja ketika akan atau sudah mengonsumsi karbohidrat dari sumber lain. Contoh: buah-buahan, mi, ubi, kentang, pasta, atau jenis karbohidrat lain dalam jumlah yang banyak. Ada baiknya menurangi konsumsi nasi saat sedang tidak melakukan banyak aktivitas fisik setiap harinya, karena bila dalam kondisi seperti ini mengonsumsi banyak nasi, maka sumber tenaga yang harusnya dipergunakan malah akan menumpuk serta disimpan ke bentuk lemak tubuh.

Nah, dengan mengetahui manfaat nasi dan fakta mengenai keterkaitan antara kegemukan dan konsumsi nasi, semoga bisa membuka wawasan kita. Bagaimana pun juga nasi merupakan makanan pokok dengan banyak manfaat. Konsumsi nasi secara proporsional membuat kondisi tubuh menjadi ideal, tidak mudah gemuk. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar