Rekomendasi Artikel

Kenapa Kamu Tetap Harus Belanja saat Harbolnas Sekalipun Tidak Butuh?

Belanja adalah kegiatan yang menyenangkan. Saking menyenangkannya, kadang-kadang belanja bisa bikin kita ketagihan. Itulah kiranya yang ser...

Apa Itu Prime, Continuous, dan Stand By Capacity pada Genset?

Ilustrasi. Photoright: sewatamaid / www.flickr.com
Ketika akan menyewa genset pada tempat penyewaan pertama kalinya, mungkin Anda bingung karena dihadapkan oleh tiga jenis kapasitas. Genset memang ada dalam tiga kapasitas, yaitu prime, continuous, dan stand by. Apa yang membedakan ketiga genset ini?

Prime capacity

Prime capacity atau kapasitas utama adalah kapasitas beban yang dapat ditanggung genset untuk waktu yang tidak terbatas. Beban ini juga bisa naik dan turun karena adanya beban kejut. Namun total beban diharapkan berkisar pada 60-70% nilai kapasitas utama yang tertera. Bisa dikatakan genset kapasitas ini adalah standar yang akan ditawarkan oleh para vendor. Sebenarnya genset ini dapat digunakan hingga 100% nilai kapasitas utamanya. Namun sebaiknya batasi penggunaannya tidak lebih dari 8 jam sehari.

Continuous capacity

Continuous capacity atau kapasitas berkelanjutan adalah beban konstan yang bisa ditanggung oleh genset secara terus menerus alias konstan. Jadi beban konstan merupakan besar beban relatif stabil, tidak berubah dan minim beban kejut. Di dalam kondisi ini, genset bisa dijalankan tanpa henti kecuali untuk maintenance rutin. Biasanya continuous capacity yang tertera adalah 90-95% dari prime capacity. Jadi misalnya di prime capacity tertera 100 kVA, maka continuous capacity bisa tertera 90-95 kVA. Genset ini idealnya hanya terbebani 70-80% continuous capacity yang tertera.

Stand by capacity

Stand by capacity atau kapasitas siaga adalah kapasitas genset yang ditetapkan dengan adanya pertimbangan bahwa genset akan jarang digunakan. Karena jarang digunakan, maka genset memiliki banyak waktu istirahat atau menjadi dingin. Kapasitas siaga yang tertea bisa 5-10% lebih besar dibanding kapasitas utama (prime) yang tertera. Jadi misalnya kapasitas prime 100 kVA, maka kapasitas stand by yang tertera berkisar sekitar 105-110 kVA. Intinya, genset yang digunakan berdasarkan kapasitas stand by-nya tidak boleh menanggung beban lebih besar dari kapasitas yang sudah tertera. 

Setelah mengetahui perbedaannya, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan genset yang dibutuhkan. Jangan lupa, perhatikan perawatannya dengan sewa load bank untuk pengujian secara berkala.

Posting Komentar