Investasi Sel Telur, Apa Itu?

Mempunyai keturunan merupakan salah impian setiap pada hampir setiap wanita. Namun apa jadinya jika kondisi kesuburan wanita tidak mendukung alias mandul ? Kemandulan sendiri dapat terjadi karena berbagai hal dan risiko kemandulan meningkat seiring beranjaknya usia. Saat ini banyak wanita yang melakukan pembekuan sel telur sebagai investasi. 
Beberapa informasi tentang pembekuan: 

1. Banyak dilakukan pasien kanker 

Suatu kondisi medis tertentu seperti kanker ovarium tentunya akan meningkatkan risiko kemandulan pada perempuan. Bahkan di negara barat, risiko kanker ovarium telah dideteksi jauh sebelum kanker tersebut benar-benar terjadi. Diagnosis infertilitas perempuan telah semakin maju. dan salah satu penangannya adalah dengan pembekuan sel telur. 

2. Investasi keturunan 

Pembekuan sel saat ini bisa dibilang adalah sebagai investasi untuk masa datang. Karena bisa saja wanita yang fertil atau subur, dapat berisiko mandul di kemudian hari karena berbagai hal. Bahkan di Amerika ada banyak bank sel telur yang diperuntukan untuk wanita-wanita yang ingin menginvestasikan sel telurnya. 

3. Masih jarang di Asia 

Untuk negara-negara di asia, pembekuan sel telur belum terlalu dikenal dan biayanya sangat mahal. Berdasarkan salah satu sensus, salah satu negara asia yang paling banyak melakukan pembekuan sel adalah Taiwan. Perempuan di negara ini mulai menyadari terhadap risiko kesehatan yang mungkin berpengaruh pada kesuburan mereka di kemudian hari. 

4. Perlu analisa medis yang akurat 

Perlu dipahami bahwa dibutuhkan diagnosis infertilitas wanita atau tes kesuburan sebelum dilakukan dilakukan pembekuan sel belur. Namun di amerika dengan gaya hidup liberalnya, wanita yang memiliki risiko kemandulan kecil banyak melakukan pembekuan sel telur dengan alasan sebagai investasi. 

5. Bisa memakai rahim perantara 

Memang selain dipakai oleh pemilik biologis, sel telur yang dibekukan juga dapat dipakai oleh perempuan lain yang memiliki sel telur yang buruk atau tidak fertil. Jual beli sel telur memang sudah biasa pada budaya barat khususnya di Amerika. Sehingga anak yang dikandung bukan merupakan anak biologis ibu kandungnya. 

Posting Komentar